Sosok Dibalik Suksesnya PTWP Pengadilan Agama Nanga Bulik ||

Turnamen KPTA Cup ke-IX yang digelar di Palangkaraya kemaren masih menyisakan beberapa pertanyaan, kenapa PA Nanga Bulik yang minim pemain mampu menyabet juara 1 KPTA Cup, terus bagaimana taktik dan strategi yang dimainkannya dan siapa sosok dibalik suksesnya Tim PTWP PA Nanga Bulik. Sejumlah pertanyaan tersebut terus mengiang ke telinga kami, hingga Tim redaksi berusaha untuk mencari tahu jawabannya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebulan sebelum keberangkatan, Tim PTWP PA Nanga Bulik sudah menyiapkan beberapa agenda latihan. Latihan ini langsung dibina dan digodok oleh KPA Nanga Bulik sendiri, Hairil Anwar. Beliau menyiapkan empat orang personel yang memiliki bakat untuk dikembangkan permainan tenisnya. Latihan rutin dilaksanakan pada pagi Rabu, Jum’at dan Minggu. Diantara materi yang diajarkan beliau adalah teknik volley, spin, forhand, beckhand dan service. Menurut Ketua PTWP PA Nanga Bulik, Saiful Rahman, Bapak KPA juga sering mengikutkan personelnya untuk sekadar bergabung dan tanding bersama dengan pemain PELTI Lamandau pada setiap sabtu. Tujuannya adalah untuk melatih mental biar tidak grogi berhadapan dengan pemain luar.

     

Adapun taktik dan strategi yang dimainkan pada turnemen kemaren hanya spontanitas dan tidak muluk-muluk. Kami hanya memutar empat orang pemain dan memainkannya sesuai dengan kapasitas yang kami miliki. Kami memang minim pemain, tapi kami berusaha untuk maksimal. Kata beliau. Kemungkinan besar karena hanya personel itu saja yang main, makanya orang tak mengira kalau pak Ketua mampu bermain single dan di ganda pertama pada babak penyisihan dan babak final.

Dari keseluruhan permainan, terhitung sebanyak 12 kali pak KPA bermain tanpa jeda di single dan ganda pertama, tentunya membuat orang bertanya-tanya, apa rahasia beliau sehingga memiliki kekuatan seperti itu. Beliau menjawab, kami tidak memiliki rahasia dan mengkonsumsi apapun, hanya saja kebiasaan yang dilakukan sebelum bertanding beliau pantang untuk makan, meskipun makan, itupun hanya yang ringan-ringan saja seperti buah pisang, madu dan roti. Itulah kebiasaan yang sering  kami lakukan ketika mengikuti turnamen-turnamen tenis, jawab pria kelahiran Banjarmasin ini.

Mantan pemain KPTA Cup Makasar ini juga menyampaikan, oleh karena daerah kami memiliki motto Lamandau J.U.A.R.A. (Jujur, Unggul, Adil, Religius dan Aman) maka kami berusaha untuk mewujudkan motto tersebut ke ranah sportinitas, sehingga target kami harus menjadi juara, dan Alhamdulillah proses tak mengkhianati hasil. Seluruh personel yang kami turunkan semuanya memiliki jiwa sportif dan bermental juara. Itu semua berkat komitmen, kerja keras, dan do’a dari seluruh kawan-kawan semua. (TIM TI-fw)

 


Cetak   E-mail